MTs Al Mukhlis
Logo
MTs Al Mukhlis Mewujudkan Generasi Berprestasi

Minggu, 23 Agustus 2026

17:08:11 WIB

Tingkatkan Kualitas Pendidik, MTs Al Mukhlis Gelar In-House Training "Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta"

BANDUNG — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun lingkungan sekolah yang ramah anak, MTs Al Mukhlis menggelar kegiatan In-House Training (IHT) dengan mengusung tema "Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta".

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan staf kependidikan. IHT ini menghadirkan narasumber utama, Slamet Riyadi, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan secara mendalam mengenai konsep dan penerapan nilai-nilai kasih sayang dalam proses belajar-mengajar.

Mendidik dengan Hati dan Kasih Sayang

Dalam pemaparannya, Bapak Slamet Riyadi, S.Pd., M.Pd. menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar metode pengajaran, melainkan sebuah pendekatan humanis yang menempatkan rasa empati, perhatian, dan kasih sayang sebagai fondasi utama interaksi antara guru dan siswa.

"Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mampu menyentuh hati sebelum mengasah otak. Ketika para siswa merasa dicintai, dihargai, dan aman di sekolah, maka potensi akademik maupun karakter mereka akan berkembang secara maksimal," ungkap Slamet Riyadi di hadapan para peserta.

Melalui pelatihan ini, para guru diajak untuk:

  • Mengintegrasikan nilai empati ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) / Modul Ajar.
  • Membangun komunikasi efektif dan persuasif tanpa kekerasan emosional maupun fisik.
  • Menciptakan suasana kelas yang inklusif, nyaman, dan menyenangkan (joyful learning).

Komitmen Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Kepala MTs Al Mukhlis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Harapannya, materi yang disampaikan oleh Bapak Slamet Riyadi dapat langsung diimplementasikan dalam kegiatan KBM harian.

"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan iklim sekolah yang menyejukkan. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta ini, MTs Al Mukhlis ingin memastikan bahwa setiap siswa yang melangkah ke sekolah merasa disambut dengan hangat dan dididik dengan penuh kasih," ujarnya.

Kegiatan IHT ditutup dengan sesi diskusi interaktif, simulasi pembelajaran berbasis empati, serta foto bersama. Tampak antusiasme tinggi dari para guru yang siap membawa semangat baru ke dalam ruang-ruang kelas mereka.

Bagikan:

Diskusi (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tulis Tanggapan